Dik,
dalam sepi .. aku mengingat kamu lagi..
Dalam dengung AC dikamar yang terdengar sayup - sayup dan diantara tarikan nafas damai dua anakku yang tertidur lelap.
Mengingat mu kembali samar - samar
Aku sudah bisa mencerna kepulangan mu..
dulu aku tidak..
Waktu membuat kita belajar berlari, untuk tidak berlarut dalam duka ataupun dalam suka terlalu lama.
Waktu menggilas dan berjalan begitu saja.. dan sebagaimana manusia dibumi, harus berlari mengikutinya.
Namun kau sekarang ada dikeabadian. Ada dalam bagian misteri.
Dimana orang - orang percaya menunggu kedatangan Tuhan yang kedua kali, hari penghakiman.
Adik ku sayang,
aku masih mengingat janji kita,
bertemu dipintu surga,,,
Tetap mengingat mu
walaupun samar - samar..
I love you my brother.
~sister
Showing posts with label Silitonga. Show all posts
Showing posts with label Silitonga. Show all posts
Saturday, January 21, 2017
Tuesday, December 31, 2013
Jelang 2014
2014 akan dilalui 2 jam lagi ..
Hari ini aku sedikit flash back jaman - jaman pergantian tahun sewaktu kecil, remaja dan dewasa yang dirayakan bersama orang tua.
Sewaktu kecil. karna opung masih hidup, tutup tahun kami lalui dengan berkumpul bersama saudara - saudara dari pihak Bapak di rumah Opung kami di Mandala. Bapak ada 8 bersaudara ya, jadi cukup meriah juga kalo semua sudah berkumpul termasuk dengan anak - anak mereka yang rata - rata sebaya dengan kami. Mungkin karena sering kumpul - kumpul ini, kami cukup dekat dengan pariban - pariban kami ... bahkan sudah seperti abang dan adik dulunya. Kalo sekarang satupun tidak kedengaran kabar beritanya Dan kebayang kan betapa panjang acara keluarga tersebut, karna semua akan kena giliran ngomong . .bahkan cucu - cucu sekalipun, walaupun hanya ngucapin 'Selamat Tahun Baru Opung, Namboru/Amang boru dsb dsb ... :-D Jadi terkadang aku suka terkantuk - kantuk didalam lingkaran keluarga tersebut, belum lagi kalo ngomongnya dengan bahasa Batak yang sama sekali blank.. (maklum kala itu masih berumur 10 tahun) bisa bisa tertidur dan akhirnya terbangun karna dibangunin mama disuruh tidur dikamar karna acara sudah selesai.
Namun setelah opung meninggal, seiring waktu berlalu tradisi yang cukup langka ini pun mulai ditinggalkan sampai akhirnya tutup tahun tidak pernah berkumpul dengan keluarga besar lagi, melainkan dengan keluarga masing - masing.
Dengan keluarga nyokap juga pernah .. tapi jaraaang sekali .. sangkin jarangnya sedikit saja yang nyangkut di memori tentang tutup tahun di Pangururan.
Beranjak remaja, kami kumpul sekeluarga.
Biasanya dimulai dari ibadah dulu, kemudian setelah selesai barulah jreng jreng ....
poda - poda dimulai alias nasihat nasihat dari orangtua. Sebenarnya bukannya tidak menyenangkan dinasehati, tetapi dikeseharian kami, bapak sangat jarang berkomunikasi dengan kami anak-anak gadisnya, dan saat pergantian tahun seeprti ini, kemudian bapak mengungkapkan isi hati,keinginan dan lain lain itu terasa berbeda aja.
Anyway, semakin dewasa berbeda lagi perasaan tentang tutup tahun.
Yang ditakuti adalah 3 kata ini : kapan rencana menikah????? dengan tanda tanya yang semakin banyak tiap tahun heheehe
soalnya aku adalah anak gadis bapak silitonga yang paling sering dikunjungi dimalam sabtu. Ada tradisi dikeluarga kami, kalo memang belum serius2 amat, ngga usah dibawa kerumah dulu atau dikenalkan dulu. Setelah diusia sekarang aku menulis ini, ternyata tradisi ini ngga bgt bagus dampaknya apalagi buat jaman saat nanti anak gadisku tumbuh besar.. harusnya mau serius atau pun masih cinta monyet, sebagai orangtua harus wajib tau laki-laki mana yang dekat dengan anaknya. supaya tidak salah langkah, salah melabuhkan hati pada cowo yang salah (gw bangeet) karna pasti orangtua bisa menilai dengan pengalaman mereka yang sudah lebih dulu mengalaminya.
Dalam hal ini, aku sangat menghargai, karna kalo ada masukan dr bapak atau mom yang bilang kalo cowok yg aku bawa atau kenalkan kurang berkenan, seketika juga aku bisa illfeel sama cowok tsb (atau emang udah illfel duluan ya :p)
Jadi tanpa perasaan bisa lansung bilang : kayaknya kita berteman dulu, atau kayaknya kita cooling down dulu ya sama hubungan ini.. dll 1001 kalimat sakti yang ujung2 nya inti nya cuma " Lo, Guwe, END. hehhee
ok back to the topic, sangkin takutnya dengan pertanyaan ini, aku melewatkan 2x tutup tahun tanpa keluarga (yang sebenarnya bisa pulang tapi bikin alasan sok sibuukk banget dikantor, kayak ngurusin 1 negara aja, please) akhirnya pulangnya pas tahun baruan deh.. amaann...
Akhirnya, anak gadis bapak Silitonga menemukan pangeran impiannya juga sekarang ..
Telat sih tapi happy ending banget :-) persis seperti dongeng pangeran impian versi ku.
Semoga tutup tahun ini, aku masih diberi waktu untuk berkumpul dengan orangtuaku.. please Lord. Bersama suami dan baby Michelle.. it will be perfect of closing year. Amen.
Hari ini aku sedikit flash back jaman - jaman pergantian tahun sewaktu kecil, remaja dan dewasa yang dirayakan bersama orang tua.
Sewaktu kecil. karna opung masih hidup, tutup tahun kami lalui dengan berkumpul bersama saudara - saudara dari pihak Bapak di rumah Opung kami di Mandala. Bapak ada 8 bersaudara ya, jadi cukup meriah juga kalo semua sudah berkumpul termasuk dengan anak - anak mereka yang rata - rata sebaya dengan kami. Mungkin karena sering kumpul - kumpul ini, kami cukup dekat dengan pariban - pariban kami ... bahkan sudah seperti abang dan adik dulunya. Kalo sekarang satupun tidak kedengaran kabar beritanya Dan kebayang kan betapa panjang acara keluarga tersebut, karna semua akan kena giliran ngomong . .bahkan cucu - cucu sekalipun, walaupun hanya ngucapin 'Selamat Tahun Baru Opung, Namboru/Amang boru dsb dsb ... :-D Jadi terkadang aku suka terkantuk - kantuk didalam lingkaran keluarga tersebut, belum lagi kalo ngomongnya dengan bahasa Batak yang sama sekali blank.. (maklum kala itu masih berumur 10 tahun) bisa bisa tertidur dan akhirnya terbangun karna dibangunin mama disuruh tidur dikamar karna acara sudah selesai.
Namun setelah opung meninggal, seiring waktu berlalu tradisi yang cukup langka ini pun mulai ditinggalkan sampai akhirnya tutup tahun tidak pernah berkumpul dengan keluarga besar lagi, melainkan dengan keluarga masing - masing.
Dengan keluarga nyokap juga pernah .. tapi jaraaang sekali .. sangkin jarangnya sedikit saja yang nyangkut di memori tentang tutup tahun di Pangururan.
Beranjak remaja, kami kumpul sekeluarga.
Biasanya dimulai dari ibadah dulu, kemudian setelah selesai barulah jreng jreng ....
poda - poda dimulai alias nasihat nasihat dari orangtua. Sebenarnya bukannya tidak menyenangkan dinasehati, tetapi dikeseharian kami, bapak sangat jarang berkomunikasi dengan kami anak-anak gadisnya, dan saat pergantian tahun seeprti ini, kemudian bapak mengungkapkan isi hati,keinginan dan lain lain itu terasa berbeda aja.
Anyway, semakin dewasa berbeda lagi perasaan tentang tutup tahun.
Yang ditakuti adalah 3 kata ini : kapan rencana menikah????? dengan tanda tanya yang semakin banyak tiap tahun heheehe
soalnya aku adalah anak gadis bapak silitonga yang paling sering dikunjungi dimalam sabtu. Ada tradisi dikeluarga kami, kalo memang belum serius2 amat, ngga usah dibawa kerumah dulu atau dikenalkan dulu. Setelah diusia sekarang aku menulis ini, ternyata tradisi ini ngga bgt bagus dampaknya apalagi buat jaman saat nanti anak gadisku tumbuh besar.. harusnya mau serius atau pun masih cinta monyet, sebagai orangtua harus wajib tau laki-laki mana yang dekat dengan anaknya. supaya tidak salah langkah, salah melabuhkan hati pada cowo yang salah (gw bangeet) karna pasti orangtua bisa menilai dengan pengalaman mereka yang sudah lebih dulu mengalaminya.
Dalam hal ini, aku sangat menghargai, karna kalo ada masukan dr bapak atau mom yang bilang kalo cowok yg aku bawa atau kenalkan kurang berkenan, seketika juga aku bisa illfeel sama cowok tsb (atau emang udah illfel duluan ya :p)
Jadi tanpa perasaan bisa lansung bilang : kayaknya kita berteman dulu, atau kayaknya kita cooling down dulu ya sama hubungan ini.. dll 1001 kalimat sakti yang ujung2 nya inti nya cuma " Lo, Guwe, END. hehhee
ok back to the topic, sangkin takutnya dengan pertanyaan ini, aku melewatkan 2x tutup tahun tanpa keluarga (yang sebenarnya bisa pulang tapi bikin alasan sok sibuukk banget dikantor, kayak ngurusin 1 negara aja, please) akhirnya pulangnya pas tahun baruan deh.. amaann...
Akhirnya, anak gadis bapak Silitonga menemukan pangeran impiannya juga sekarang ..
Telat sih tapi happy ending banget :-) persis seperti dongeng pangeran impian versi ku.
Semoga tutup tahun ini, aku masih diberi waktu untuk berkumpul dengan orangtuaku.. please Lord. Bersama suami dan baby Michelle.. it will be perfect of closing year. Amen.
Label:
Dunia dongeng,
family,
Moments,
Silitonga
Wednesday, October 30, 2013
Masuk Punguan Marga ...
Malam ini, sebenarnya aku bekutat didepan laptop dengan
sambungan wi-fi internet yang diset oleh
suamiku dari tablet.
Suamiku setelah memasang internet lalu tertidur diruang tamu, depan TV kasian suami ku kecapean habis bantuin nyetir temen yang jemout abang iparnya tadi siang..
Suamiku setelah memasang internet lalu tertidur diruang tamu, depan TV kasian suami ku kecapean habis bantuin nyetir temen yang jemout abang iparnya tadi siang..
Selagi sibuk mengamati Activity Report Oriflame ku yang dikiiit lagi bisa kembali nangkring di Manager 12% (huhuhu turun level 2 tingkat ) adik ku, mami kembar nelpon dari Palembang ..
Eeh pucuk dicinta ulam pun tiba. Dia mau order oriflame bo’
yang berarti mendongkrak BP aku doonk.. dengan semangat 45’ aku mulai lah bergerilya untuk pesanannya.
Adikku, mami kembar juga sekarang usaha jualan songket
Palembangnya ‘laris manis tanjung kimpul’
jadi pengen stok beberapa untuk dijual disini juga.
Karena dari pembicaraan dengan mama Evan tadi (pas aku dijemput kerumah mereka) kami berniat untuk menjual sesuatu alias berbisnis.Jadi aku minta dipilihin beberapa kain suji dan songket mesin untuk disodor2 in disini, gitu deh planing awalnya. Sekian bahas soal bisnis, chat di BBM mulai bahas tentang kehamilanku. Untuk lebih ‘syahdu’ lagi memori percakapan kami , aku akan runutkan menjadi tanya – jawab aja deh.. :D
Karena dari pembicaraan dengan mama Evan tadi (pas aku dijemput kerumah mereka) kami berniat untuk menjual sesuatu alias berbisnis.Jadi aku minta dipilihin beberapa kain suji dan songket mesin untuk disodor2 in disini, gitu deh planing awalnya. Sekian bahas soal bisnis, chat di BBM mulai bahas tentang kehamilanku. Untuk lebih ‘syahdu’ lagi memori percakapan kami , aku akan runutkan menjadi tanya – jawab aja deh.. :D
MK alias Mami kembar : Kapan prediksi dikau lahiran cuy?
NP alias Nai Paima alias Me :D : (prediksi dokter 25 Feb thn depan say ..)
MK : Udah tau belum jenis Kelaminnya ?
NP : (Horee.. semalam hasil check up di St. Carolus, USG menunjukkan we get a baby girl.. Jadi Helga - Anaknya kakak no 2- bakal punya teman cewe dan anak ku nanti cucu cewe ke-2 di keluarga Silitonga doonk :) )
MK : Kapan buat acara 7 bulanan nya say ? ( Alias Mangirdak ya kalo hasil googling)
Note dikit : Mangirdak ini adalah acara umum bagi suku Batak Toba, yang menyambut kelahiran anak pertama disetiap keluarga Batak Toba.
Inti acara nya bertujuan menguatkan seorang wanita (ibu muda, yang bukan dilihat dari umuurrr yaaa.. tapi wanita yang baru memulai menjadi seorang ibu) yang akan melahirkan anak pertamanya yang biasanya dilakukan ketika hamil tua (sekitar 7 bulanan)
Pihak keluarga si wanita (hula-hula) yang akan memberikan dengke sitio-tio, boras si pir ni tondi, ulos mula gabe (sering disebut pasahat ulos tondi). Ulos tondi ini maksudnya memberikan ulos tondi kepada si calon ibu, sebagai tanda doa restu dari orangtuanya agar Tuhan memberikan kesehatan dan kekuatan sehingga proses kelahiran anak pertamanya berjalan dengan lancar dan selamat.
Jaman sekarang istilah Ulos Tondi dianggap tidak sejalan dengan ke Kristenan, yang kita imani dewasa ini, sehingga diganti dengan ulos MULA GABE yang artinya bahwa ulos diberikan kepada ibu muda tsb, yang menantikan kelahiran anak pertama mereka yaitu permulaan keturunan (Mula ni Hagabeon) dalam rumahtangga nya .. (HASIL GOOGLING :-D)
NP : (Horee.. semalam hasil check up di St. Carolus, USG menunjukkan we get a baby girl.. Jadi Helga - Anaknya kakak no 2- bakal punya teman cewe dan anak ku nanti cucu cewe ke-2 di keluarga Silitonga doonk :) )
MK : Kapan buat acara 7 bulanan nya say ? ( Alias Mangirdak ya kalo hasil googling)
Note dikit : Mangirdak ini adalah acara umum bagi suku Batak Toba, yang menyambut kelahiran anak pertama disetiap keluarga Batak Toba.
Inti acara nya bertujuan menguatkan seorang wanita (ibu muda, yang bukan dilihat dari umuurrr yaaa.. tapi wanita yang baru memulai menjadi seorang ibu) yang akan melahirkan anak pertamanya yang biasanya dilakukan ketika hamil tua (sekitar 7 bulanan)
Pihak keluarga si wanita (hula-hula) yang akan memberikan dengke sitio-tio, boras si pir ni tondi, ulos mula gabe (sering disebut pasahat ulos tondi). Ulos tondi ini maksudnya memberikan ulos tondi kepada si calon ibu, sebagai tanda doa restu dari orangtuanya agar Tuhan memberikan kesehatan dan kekuatan sehingga proses kelahiran anak pertamanya berjalan dengan lancar dan selamat.
Jaman sekarang istilah Ulos Tondi dianggap tidak sejalan dengan ke Kristenan, yang kita imani dewasa ini, sehingga diganti dengan ulos MULA GABE yang artinya bahwa ulos diberikan kepada ibu muda tsb, yang menantikan kelahiran anak pertama mereka yaitu permulaan keturunan (Mula ni Hagabeon) dalam rumahtangga nya .. (HASIL GOOGLING :-D)
Lanjut ke jawaban gw :
NP : Kayaknya ngga pake acara-acara gitu deh cuy .. ntar bikin makan-makan aja deh dengan teman-teman dekat disini.
MK : Ya PAKAILAHH!!! wajib itu untuk anak PERTAMA!! (gile, sontak balasannya pake tanda seruuu semua niih).
Terus disambung dengan pertanyaan lain, kenapa ngga lahiran di Medan aja? kan acara bisa dibuat di Medan, biaya lahiran lebih murah dan yang penting dekat dengan mama .. lagian mertua mu dari Siantar bisa sering - sering liat cucunya kan?
NP : Kayaknya ngga pake acara-acara gitu deh cuy .. ntar bikin makan-makan aja deh dengan teman-teman dekat disini.
MK : Ya PAKAILAHH!!! wajib itu untuk anak PERTAMA!! (gile, sontak balasannya pake tanda seruuu semua niih).
Terus disambung dengan pertanyaan lain, kenapa ngga lahiran di Medan aja? kan acara bisa dibuat di Medan, biaya lahiran lebih murah dan yang penting dekat dengan mama .. lagian mertua mu dari Siantar bisa sering - sering liat cucunya kan?
Nah, karena adikku memang dari dulu soal planning emang paling TOP, dia lansung buat opsi B, kalo memang lahiran di Jakarta, kalian sudah ikut punguan Silitonga dan Manurung belum?
NP : (JLEEB! pertanyaan yang menohok sodara - sodara..)
Jangankan masuk Punguan (perkumpulan) mendaftar jadi anggota gereja aja kami belum nihh... #ikon panik di BBM. Eh ada dink, punguan Silitonga namanya Dos Ni Roha, tapi kayaknya ngga begitu formal. Kalo ngumpul hanya makan-makan, tarik jula-jula, kumpul jula-jula, bahas jalan - jalan. Jadi ngga ada nyanyian, kotbah kayak lazimnya Punguan Kristen Batak gitu deeh.. nah, kalo Punguan Manurung kami sama sekali ngga ada nih ikut #ikon panik lagi di BBM
itu mah bukan punguan namanya, lagian masa sih kalian belum terdaftar di gereja. Ada ngga marga Manurung, saudara kita di Jakarta yang kalian kenal?
NP : (merenung sejenak)
Oh ada, pernah di bawa bang Alex sekali ke rumah bang Joni, dia anaknya amanguda bang Alex di Porsea.
MK : Dia tau adat ngga?
NP : anak nya udah 3 say ..
MK : Walaupun anak udah 3 ngga menjamin dia tau adat say!! (jiaah, tanda seru lagi, hehee)
karena nanti, dia yang bakalan menyambut hula-hula Silitonga nanti. Jadi dia harus tau urutan acaranya.
NP : oohh gitchuu.. kalo soal itu bisa diatur kayaknya. Tapi yang aku bingung cari hula-hula Silitonga di Jakarta ini, nanti dimana say #polos
MK : Ya Olloh #ikon tutup mata. Hula - hula Silitonga ya Bapaklah nanti cuuy, didampingi dengan punguan Silitonga kalian nanti.
NP : OOH I SEE ..
hehehee kalo itu beres deh, Mam Evan and family kayaknya bisa dikerahkan, komplit dengan mam Angel, Tuty and Lisda (semua adik kakak nya Ledy alias mak Evan qiiiqqiii).
Kemudian sebar undangan ke punguan Dos Ni Roha, siapa tau ada yang mau ikutan. Cari Punguan dalam kondisi hamil tua gini macamnya beraat ya, jadi yang ada dulu deh diberdayakan.
NP : Ok deh, besok aku diskusikan lagi dengan Bang Alex.
Jadi isi BBM kami malam ini, adikku ngasih 3 PR untuk :
- Gabung di Punguan Silitonga (yang lain)
- Cari dan Bergabung di Punguan Manurung.
- Daftar di Gereja.
Jadi hari minggu ini aku wajib narik bang Alex dari tempat tidur untuk daftar jam 9 Pagi kebaktian di GKPI Rawamangun :D
Selama ini kami kebaktian di GDI Ambassador yang jam 1 kebawah (seringnya jam 4 sore malah kadang jam 6 sore hehe) Tapi kalo Pdt. Ridwan Hutabarat and Pdt Petra Frangidae kotbah jam 11 pagi, aku bela2in sih .. soalnya both of them is my favorite Preacher)
Anyway,
Ternyata menjadi orang Batak yang tetap menjaga adat - istiadat itu rada merepotkan ya . Tujuannya memang baik. Dan lagian, kalo bukan generasi Batak di jaman kita yang meneruskan, siapa lagii?? mana mungkin generasi suku lain yang mau repot - repot meneruskan ke anak - cucunya (walaupun kiamat sudah dekat siih hehe..)
jadiii..
Mari menjadi warga sosial dengan bergabung di Punguan Batak Manurung, Punguan Silitonga dan menjadi anggota Gereja yang terdaftar.
PS : Hey kamu yang ngaku Batak dan lagi baca blog ini, udah punya punguan marga beluum? kalo beluum, buruan cari dan buruan daftar :-)
Subscribe to:
Posts (Atom)


