Dik,
dalam sepi .. aku mengingat kamu lagi..
Dalam dengung AC dikamar yang terdengar sayup - sayup dan diantara tarikan nafas damai dua anakku yang tertidur lelap.
Mengingat mu kembali samar - samar
Aku sudah bisa mencerna kepulangan mu..
dulu aku tidak..
Waktu membuat kita belajar berlari, untuk tidak berlarut dalam duka ataupun dalam suka terlalu lama.
Waktu menggilas dan berjalan begitu saja.. dan sebagaimana manusia dibumi, harus berlari mengikutinya.
Namun kau sekarang ada dikeabadian. Ada dalam bagian misteri.
Dimana orang - orang percaya menunggu kedatangan Tuhan yang kedua kali, hari penghakiman.
Adik ku sayang,
aku masih mengingat janji kita,
bertemu dipintu surga,,,
Tetap mengingat mu
walaupun samar - samar..
I love you my brother.
~sister
Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts
Saturday, January 21, 2017
Tuesday, July 23, 2013
One single Hello
Kau bawa badai dalam satu sapa ‘hello’ mu
Dan Badai itu hampir memporak porandakan hatiku
Bibirku tersenyum
tenang tetapi dada ku bergemuruh kencang
Aku takut sangkin
riuhnya, kau pasti mendengar
And that will embarrassing me, don’t you think…
secepatnya
aku segera berlalu ..
Dan tersisalah segurat kecewa diwajahmu
Disaat Kau pasti mengira aku tidak tertarik
Bersamaan dengan pintu kamar mandi yang tertutup
dan aku bersandar pasrah dibelakangnya
Meredakan gemuruh
rasa menormalkan degup jantung
Gila, rasanya
seperti baru saja selesai lari sprint
Ini bahaya ..
Kau bawa badai
dalam satu sapa mu
’Hi..’
Dan aku,
melambung ..
~mengenang saat2
jatuh cinta :)
Friday, September 30, 2011
I feel something inside. I have to make sure of this..
Datang dan pergi..
pergi dan kini datang (kembali) ..
Aku tau ada rasa
Namun aku mau kepastian, akan rasa ini,
Untuk tidak akan pernah pergi lagi,
Saat tanganku terbuka menyambutnya.
Aku ingin memastikan,
Sesuatu didalam dirimu itu nyata,
Yang akan membuat rasa itu tetap tinggal bukan untuk sementara,
Namun menetap selama2 nya
(that’s all i want to know, then i will surrender..)
~deb ♥
~deb ♥
Sunday, December 26, 2010
Not too soon ...
Kau
dan Aku
Kau,
Bertemu aku,
Saat kau telah melewati semuanya... kembali naïf
akan kehidupan,
Hanya melihat keindahan gunung dari kejauhan tanpa
(mau) tau akan banyak duri saat masuk didalamnya,
Atau kau sudah sampai tahap memaafkan duri yang
akan merobek kulit kakimu?
Sepertinya pun begitu.
kau, bertemu aku, saat kau telah tersenyum ramah
pada kehidupan.
Aku,
Bertemu dengan kau...
Justru pada saat aku lelah mempertanyakan dan
tidak juga kutemukan jawaban yang lain...
Pada saat aku lelah dipermainkan untuk mendapat
jawaban ...
lalu sinislah aku pada setiap pertanyaan, karena
sebelum itu menjadi gaung telah aku
genggam jawabannya (menurut ku).
Aku bertemu kau saat aku melihat kehidupan dengan
pandangan curiga ...
Bagiku kau begitu nyaman.
Begitu hidup,
begitu segar,
begitu berwarna,
begitu harum,
begitu menjadi semua yang ku mau ....
yang ku suka ....
Begitu
indah untuk menjadi nyata ...
Namun aku tau tidak ada yang seindah ini dalam
nyata (kan, aku mulai curiga...)
Disisi lain, Aku belum mau melepaskan. Aku masih
ingin merasakan...
Sebentar lagi, Biarkan aku di negeri dongeng ini .. jangan guncang
bahuku dulu,
jangan
bangunkan aku .
Tetapi kau tidak ingin bermain terlalu lama. Kau
lelah penasaran.
Masalahku adalah,
sudah lama hatiku
tidak utuh lagi.
Ia telah lelah pecah, dan ditata ...pecah dan
ditata lagi, untuk pecah lagi ..
sampai
suatu saat dibiarkan seperti itu saja.. berserakan...
Ku telah lelah untuk menata, dan hati kupun sepertiny lelah untuk ditata.
(untuk apa? Untuk pecah lagikah?)
Tapi kau begitu menggoda,
kau begitu nyaman. Begitu hidup, begitu segar,
begitu berwarna, begitu harum, begitu menjadi semua yang ku mau .... yang ku
suka ....
Andai kan aku masih punya kepingan hati yang bisa ku tawarkan untuk kau pecahkan,agar aku bisa merasakan ini lebih lama.
Andai kan aku masih punya kepingan hati yang bisa ku tawarkan untuk kau pecahkan,agar aku bisa merasakan ini lebih lama.
Bagaimana kalau aku berpura-pura, menawarkan hati
yg tidak aku punya ...
Agar bisa berada lebih lama di negeri dongeng ini,
Tanpa takut akan kau guncang bahuku, karena kau
(anggap) sudah memiliki hatiku ...
Aku tau berujung kemana ini semua...
Sampai
Suatu saat nanti kau akan sadar, bukan ini yang kau mau.
Dan aku ini
jahat, juga egois. Penipu yang egois... (menyeramkan, kenapa aku bisa
tergoda dulu dengan perempuan sejenis itu, lalu kau pun membatin)
Dan kita berbalik arah memunggungi untuk mencari
jalan sendiri2.
Dititik lurus, tanpa ada belokan, agar tidak ada 1
: 1000 pun kesempatan buat pertemuan yang
kebetulan.
Disaat itu kita berdua akan baik-baik saja.
Karena kau telah melewati hal itu,
Kau bahkan telah sanggup memaafkan duri yang
merobek telapak kakimu.
Dan aku,
Aku pun baik-baik saja. Karena tidak perlu
merasakan hati yang patah lagi.
Suatu hari nanti,
Aku pun akan bisa sepertimu, tersenyum kepada
apapun yang ditawarkan kehidupan.
Tapi bukan sekarang, bukan saat ini.
Penawar ajaib sakit ini bernama waktu, dan sang
waktu sendiri yang membisikkan belum saatnya.
Lalu diam, tanpa memberitahu aku kapan saatnya ...
(Seandainya kita telah sama sama tersenyum pada
kehidupan, pasti kisah ini akan berakhir indah.)
Bila saat itu tiba, aku akan datang lagi ...
mencarimu
..
Aku tau dimana menemui mu... karena aku tinggal
berbalik arah pada jalan lurus itu.
Mungkin pada saat itu kau telah menemukan
nirwanamu,
Itupun tidak menjadi masalah buatku ... karena aku
telah seperti kau,
bisa tersenyum pada apapun yang ditawarkan oleh
kehidupan.
(mengutip dan mengubah sedikit puisi cahaya bulan : kita begitu berbeda dalam semua, bahkan dalam cinta ... )
****
Happy
b’day ...
U
deserve to have someone better than me...
I
wish i can be the person.
But
for now, it’s only in my fairy tale ..
NB : untuk seseorang yang sedang ingin membagi waktu bersamaku dengan julukan kekasih :) Sorry, I just not ready yet..
NB : untuk seseorang yang sedang ingin membagi waktu bersamaku dengan julukan kekasih :) Sorry, I just not ready yet..
Wednesday, December 1, 2010
Lady Rain
Pada suatu masa,
pada suatu hujan,
menjelang malam,
Aku mohon semua memori luruh terbawa air hujan...
That's why i like rain ...
~ Rainy December~
~ Rainy December~
Saturday, May 2, 2009
Everyday

Everyday...
I dream about you,
I dream about us,
Every dream so perfect in not perfect world,
but that's my secret,
together with you,
everyday will be perfect to me,
even in this unperfect world...
Everyday,
I wanna be with you...
I yelled it out, to the beach,
to the wide sky,
to every single night when i sleep alone,
to each pray that cross in my mind,
to every wish, if I still can make one...
I wanna be with you..
wanna be with you...
wanna be with you,
Everyday, i will keep the wish
until miracle happen,
and u wanna be with me too...
Life together, happily
ever..
and after...
Thursday, May 8, 2008
09 05 04 - 09 05 08 (In memoriam)
Dik,
terkadang,
aku juga rindu untuk pulang.
kehidupan disini begitu gaduh,
terkadang aku sangat merindukan ‘rumah’
aku memimpikan, dan membayangkan
langit disana begitu tenang,
Begitu rindu untuk pulang,
dan bertemu dengan mu,di pintu nya ..
(forever) longing to see u again.
09 mei 2004 – 09 mei 2008
In memoriam for my brother Saur Parulian Tua Silitonga
Born in 1986
- kak deby -
terkadang,
aku juga rindu untuk pulang.
kehidupan disini begitu gaduh,
terkadang aku sangat merindukan ‘rumah’
aku memimpikan, dan membayangkan
langit disana begitu tenang,
Begitu rindu untuk pulang,
dan bertemu dengan mu,di pintu nya ..
(forever) longing to see u again.
09 mei 2004 – 09 mei 2008
In memoriam for my brother Saur Parulian Tua Silitonga
Born in 1986
- kak deby -
Wednesday, February 13, 2008
RINDU ITU BISA BEGINI
Jam 12 malam ..
Angin dingin menderu – deru memporakporandakan rambutmu yg
lepas dari ikatannya
Menatap tak habis kelaut lepas,
Kau berdiri ditepinya saat debur ombak datang silih berganti,
membasahi telapak kaki mu yang telanjang
membasahi telapak kaki mu yang telanjang
Namun tak kau sadari semua itu,
Karena jiwamu pilu menanggung rindu ...
~ Meulaboh, 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)




