Showing posts with label parenting. Show all posts
Showing posts with label parenting. Show all posts

Friday, November 11, 2016

Parenting : Never ending stories

Aku baca ini disalah satu blog dan kayaknya penting untuk di re-blog karena setelah membaca kisah ini, ahtiku berdesir.. susahnya menjadi orangtua yang memiliki tanggung - jawab terhadap kehidupan yang dititipkan pada mereka. Anak - anak...
Check this out..

Teman mengirimkan cerita ini beberapa hari yang lalu. Saya tak tahu apakah ini kisah nyata atau bukan. 
Begini ceritanya. Syahdan ada seorang ayah yang menurut tetangganya sukses mendidik anak-anaknya. Salah satu anaknya menjadi dokter terkenal. Setiap hari antrean pasiennya mengular. Ia juga kerap diminta berceramah tentang kesehatan di pelbagai forum lokal dan internasional.
Dua anak lainnya pengusaha hebat. Bisnisnya tersebar di mana-mana, bukan hanya di dalam negeri, tapi juga sampai luar negeri. Hampir setiap hari nama mereka diberitakan di media-media sebagai contoh wirausahawan yang membawa harum nama bangsa.

Para tetangga pun jadi iri melihat kesuksesan mereka. Iri?
Hidup ternyata punya selera humor yang unik. Pada waktu sang ayah wafat, dua anak tercintanya yang jadi pengusaha sedang berada di luar negeri. Anak yang pertama tak mengangkat telepon dari kampung yang hendak memberitahukan perihal kematian ayahnya.
Anak kedua mengatakan, “Tolong selenggarakan saja pemakaman ayah. Saya tidak mungkin pulang karena ada pertemuan bisnis penting dengan mitra di sini.”
Tetangga-tetangga mereka terkesima mendengar jawaban itu. Mereka merasa anak-anak itu seolah tidak memiliki empati dan keinginan untuk memberikan bakti terakhir kepada ayahnya yang sudah renta. Padahal sang ayah menjadi tua dan lapuk tulangnya karena mereka. Ayah itu menjadi renta setelah berjuang untuk mereka.
Yang tinggal di rumah waktu itu adalah anak yang berprofesi sebagai dokter. Ketika jasad bapak itu terbujur di ruang tamu di rumah duka, ia memang masih menunggu. Tapi setelah jenazah selesai dimandikan, menunggu waktu untuk disalatkan, dokter itu mengeluarkan uang Rp 50 juta.
Kepada tetangganya ia mengatakan, “Tolong selenggarakan pemakaman ayah. Saya harus terbang ke Bali karena mau jadi pembicara satu-satunya di seminar. Saya tak bisa menunggu lama di sini. Tolong urus ayah saya dengan uang ini. Semoga cukup.”
Ia lalu berangkat ke bandara.
>> Selamat hari Senin, Ki Sanak. Menurut sampean, sukses itu apa?

Sunday, December 13, 2015

Susahnya membesarkan anak Cowok (Batak) jaman sekarang



Tadi malam baru nonton Filem 'the House of sand and Fog'  Gilak kemana aja ya padahal itu filem tahun 2003. Tetapi seperti umumnya filem besutan Hollywood, masih saja enak dinikmatin di tahun 2015.
Tema cerita sebenarnya tentang perjuangan seorang cewek yang dibintangi Jennifer Conelly yang yang ingin mempertahankan rumah warisan alm. Bapaknya. Karena salah paham tentang pajak, pada akhirnya rumah itu disita Pemerintah. Tapi Polisi yang menemani juru lelang untuk meyita rumah jatuh kasihan (dan pada akhirnya jatuh cinta bo' sampai rela ninggialin kehidupan degan istri dan anak-anaknya) sama si cewek.
Polisi ini kasih solusi untuk ke pengacara gratis, karena si cewek ini tidak punya uang bayar pengacara. Ternyata di negara maju ada juga salah paham soal pajak begini ya, apalagi di Indonesia hehee..
Akhirnya rumah yang disita dilelang dan dibeli oleh mantan Kolonel berkebangsaan Iran dibintangi Ben Kingsley (ternyata Ben Kingsley diganjar nominasi Aktor Terbaik Oscar disini, sayangnya ngga menang). Di filem ini dia berperan sebagai seorang Pensiunan Kolonel yang saat masih aktif biasa dan mampu dengan gaya hidup mewah dan glamour. Namun karena sudah pensiun dan baru saja menikahkan anak perempuan mereka, tabungan semakin menipis dan mereka harus pindah dari apertemen mewah mereka. Akhinya si Kolonel melihat iklan rumah tersebut dan memutuskan pindah kerumah itu dengan istri dan satu anak cowoknya. 
Pada akhirnya perebutan rumah diakhir filem ini berakhir tragis dan berurai airmata. 

Singkat cerita sebenarnya yang mau gw angkat disini, kalau gw terkesan dengan gaya parenting dari orangtua Iran ini terhadap putra mereka. Si anak lelaki ini diajarkan untuk sopan, being a gentleman didepan wanita, padahal wanita itu sebagai tamu dan notabene adalah pemilik rumah terdahulu yang sedang ingin merebut kembali rumahnya. Diajarkan untuk berani dalam kehidupan dan memperlakukan wanita dengan gentleman.
Apakah Cuma di filem ini atau dalam kehidupan sehari – hari memang begitu? Entahlah.. belum sempat riset bagaimana kehidupan orang Iran pada umumnya. Atau karena si Ayah ini didikan militer mungkin. Yang tertangkap oleh aku, bahwa mereka berusaha sedini mungkin memberi pola lekai sejati pada anak mereka saat masih muda.

Nah, bagaimana dengan Pria Batak sekarang?
Kenapa aku menulis ini, karena tergelitik dengan salah satu status teman dijaringan facebook yang mengomentari sebuah artikel dengan judul : ‘Beginilah Alasan Mengapa Cowok Batak Pantas Kamu Jadikan Pendamping Hidup’
Menurut artikel ini secara garis besarnya Cowok Batak ini akan memanjakan pendampingnya karena ada istilah boru ni Raja buat cewek Batak, jadi istri itu dianggap putri raja yang harus dilindungi dan dihormati, kemudian bertanggung jawab, hatinya lembut, berusaha dekat dengan keluarga cewek, tidak suka main – main dalam berhubungan dan humoris..
Nah, status teman aku itu seolah – olah menampik ini dari kenyataan cowok batak yang mendekatinya. Menurut pengalaman dia selama didekatin oleh cowok batak, lebih banyak tingkahnya daripada uangnya upss... :p dan cowok Batak sekarang suka megukur calon pasangannya dari sudut pendidikan, harta dlll...

Yeah, walaupun tak ikut-ikutan menambahkan comment pro –kontra di FB dia, mau ngga mau akhirnya teringat lagi pengalaman didekatin beberapa cowok Batak selama ini, yaaa.. memang ada juga aku temuin  cowok Batak yg seperti itu.. cuma beberapa aja, dan emang agak mual sih ngeliatnya ya.. apalagi kalo udah ketauan sifatnya begitu jadi pengen muntah bahaha..  tapi dari suku lain juga ada siikk yang seperti ini.. :-P Sangkin gedeknya  liat kelakukan cowok2 model gini, pernah nulis kalo cowok di lagu bob marley ‘ is this love’ never eksis. Yang tidak perduli bebet bibit bobot, hanya perduli I love you.. and there is only you and me. Period.

Nah, kembali lagi ke filem tadi.. menurut aku itu lebih ke pola asuh seorang ibu, bagaimana dia mendidik anak laki – lakinya. Jangan anak laki – laki diajarkan matre bu.. kasian nanti calon istrinya hehee.. disuruh ngecek calon pasangan dari keturunan yang ada sekarang sampai yang udah meninggal pun dibawa – bawa. Kecenderungan orang batak ya begitu.

Mungkin buat ibu – ibu muda, yang punya anak cowok perlu melihat filem the house of Sand and Fog ini supaya ‘dapet feelingnya’ tentang apa yang aku tuliskan.. gw terkesan banget, sangkin terkesannya, kalau anak yang dikandungan aku ini cowok .. aku juga akan mengajarkan sikap mental seperti itu. Yah, memang tidak mudah mengasuh anak cowok.. karena mereka harus kuat menghadapi kehidupan, jangan lembek, jangan cepat menyerah, dan dituntut bisa bertanggung jawab terhadap keluarganya dan bukan sebaliknya, malah cenderung matre dan memilih istri dari ukuran materi , mungkin yang bisa menafkahi dia seumur hidup kali? Iya, Seperti kebanyakan cowok jaman sekrang ini. (jangan  ikut-ikutan membuat jaman menjadi terbalik.. ) 



~DS

Saturday, October 18, 2014

Serunya Acara Perayaan Philips Avent 30 tahun di Indonesia


Akhirnya kemarin hari yang dinanti - nanti sudah selesai diikutin. Tak lain dan tak bukan acara perayaan 30 tahun Philips Avent di Indonesia.
Jadi, dalam rangka ulangtahun ke 30 Philips Avent di Indonesia (wuihh lama ya, berarti sudah teruji banget dipasar semua produk2 nya), Philips Avent merayakannya di Hall lantai 9 Plaza Bapindo, mengundang para mamas yang lagi menyusui dari berbagai komunitas.

Dukungan dari pejuang ASI yang datang ke acara ini



Para mama pejuang ASI Antri foto di booth fot Philips Avent
Kalo aku sendiri dapat undangannya dari komunitas The Urban Mama.. Thanks ya TUM.
Rezeki Michelle banget deh, soalnya taunya 2 hari sebelum acara dan udah sampai masuk daftar waiting list yang rada panjang gitu.. akhirnya di hari kamis dapat email konfirmasi kalau aku dapat undangan..
yeaay.. seneeng donk soalnya bocoran goddie bag nya bikin mata hijau bo' ada breast pump manual avent dan breast pad, ada juga tempat penyimpanan ASIP dan apron super duper cakep.

seneeng, goodiebag nya keren,,love it!

By the way temanya kali ini : Dukung Ibu Bekerja Untuk Terus Menyusui.
 Ternyata Philips Avent concern banget dengan ini, karena berdasarkan hasil survey Dinas Kesehatan / Kementerian Kesehatan, mamas yang kembali bekerja setelah cuti lahiran akan berhenti memberikan ASI atau menyusui bayinya. Banyak faktor ya, selain faktor stress yang membuat ASI berhenti, si anak yang tak mau lagi ASI karna selama ini sudah jarang disusui (mungkin bingung puting antara dot yang dikasih di siang hari) atau juga tidak tersedianya tempat menyusui dikantor dan jam yang diberikan untuk pumping ASI (minimalkan pumping harus 2-3 jam)
Aku yang memilih resign setelah melahirkan tidak bisa membayangkan berat perjuangan ibu ASI sambil bekerja.. berat jenderal! Tapi disini diberikan loh solusi - solusinya. Bahkan pencerahan banget karena dari sharing ibu dari Kementerian Kesehatan RI, cuti 6 bulan lahiran sedang diwacanakan (OMG, dream comes true banget kalo kejadian) daaan akan ada sosialisasi peraturan yang sudah dibuat ke tiap perusahaan, agar menyediakan tempat memompa ASI kepada karyawan yang sedang menyusui.

Selain dapat bocoran dari Marketing Manager Avent,  mengenai produk - produk dari Avent Philips yang bikin mupeng banget, dapat juga pencerahan dari dr.Melanie Y Iskandar, SpA melalui presentasinya 'IBu bekerja ASI melimpah? Kenapa tidak?' Disesi ini bagi 3 pertanyaan yang paling bagus akan mendapat hadiah lagi lagi dari Philips Avent, banjir hadiah ya..

Disini sempat merah ASI juga diruang yang khusus disediakan untuk Ibu - Ibu yang mau memerah ASI. Dalam bayangan aku sih cuma ruangan dengan kursi ala kadarnya aja.. tapi pas masuk kedalam OMG! kereen, nyaman, cozy banget. 2 thumbs up buat Philips Avent yang bela-belain bikin ruangan perah ASI yang nyaman, jadi pengen disitu terus hehee..

ruang menyusui yang super cozy



ada bed buat bayi kita juga diruang ASIP nya, cool!
Di ruang menyusui juga mba - mba dari Philips Avent siaga banget membantu ibu - ibu untuk setrilisasi peralatan tempur kami, alias pumping dan botol penyimpanan ASI. Alat steril botol ASI dari Philips Avent bikin ngences bangeeet.. asli jatuh cinta pas diterangkan caranya sama petugas Philips Avent. bayangkan 6 botol ASI plus piring - piring sama sendok bayi semua bisa dimasukkan kedalam dan steril selama 24 jam kalo tidak dibuka - buka. Sedangkan sterilisasi nya sendiri cukup 4-6menit saja. Aduuh, pengen bawa pulaang. Moga - moga lucky dip dapat ini ya Tuhan... OMG! bagus banget deh pokoknya..
(Btw program lucky dip adalah program promo selama Oktober setiap belanja 100rb bisa dpt 1 undian berupa hadiah produk Avent)

Ini loh penampakan alat steril yang bikin jatuh cinta
Setelah sesi tanya jawab dengan Dokter selesai, ada pengumuman best dress loh.. hadiahnya dapat juicer sekaligus untuk mengukus makanan bayi,.. nah alat nya ini juga bikin kita takjub karna canggih banget. Beruntung banget 3 ibu - ibu yang dapat. Padahal udah pake baju andalan ungu juga dari rumah berharap dapat hehehe...


Juicer ini jadi my wishlist, super duper kece!
Setelah itu, kita ditraktir makan siang sama Philips Avent dengan menu - menu yang mendukung ASI banget. Dilanjut dengan pengumuman tweet terkece dan selfie terkece. Sebenarnya pengen nge-tweet saat acara, tapi ngga tau gmn mungkin pas posisi duduk aku, signal tidak bersahabat banget, jadilah cuma bisa nyimak dan catat presentasi di HP. Semoga ulasan di blog ini bisa menggantikan live tweet tentang acara seru yang diadakan oleh Philips Avent kemarin.

pengumuman tweet terkece nih.. 

Pas event juga ada diskon 30% all product 

Beli tempat makan Michelle yang baru, sukaa :-)

Terimmakasih ya Philips Avent, terimakasih sudah menjadi teman ibu menyusui selama 30 tahun. Goodiebag nya bergunaa banget. Sukses terus dan ditunggu event - event selanjutnya. muaah...

~DS

Wednesday, October 1, 2014

Anak yang menjaga anak

Disuatu hari ..
Karena full time mom yang kebanyakan waktu luang, adakalanya kalo Michelle susah bobo jadwal pertama (setelah makan dan mandi pagi) aku gendong dia sambil jalan ke taman. Oh ya disini di area perumahan ini, Thanks God, ada tamannya.. (ada 2 malah) Jadinya ada tempat untuk ngumpul emak – emak bawa anak kalo pagi dan sore. Ada yang ngasih makan, nemanin bermain, menunggu odong – odong lewat (tau kan odong – odong :-D, paling laris manis kalo disini) atau sekedar duduk – duduk sore (sumpek juga kalo dirumah terus). Paling suka melihat aktivitas ini, ngga membayangkan sebelumnya akhirnya aku juga melakukan hal yang sama, bawa anak jalan ke taman pagi atau sore J

Jadi, karena saat itu sekitar jam 9.30 pagi gitu, taman sudah sepi. Yang ada adalah sekelompok anak – anak yang berkumpul ditaman, mereka berbeda usia. Awalnya aku ngga gitu notice sama kehadiran mereka ini, kecuali mereka pegang masing – masing satu potato chips ditangan mereka dan ada balita - hampir sama usianya dengan Michelle, mungkin cuma beda beberapa bulan - yang merangkak ditanah sedangkan kakak yang menjaga asik menikmati keripik sambil ngoceh dengan yang lain. Tidak berapa lama mereka semua mau pergi dari tempat itu. Si kakak yang usianya sekitar 11 – 12 tahun, mengangkat begitu saja adiknya yang lagi merangkak ditanah dan menggendong di pinggangnya. Kemudian dia mengatur supaya anak yang satu lagi (sekitar 7-8 tahun) mengajak anak yang satu lagi (sekitar 2 tahun) untuk jalan menyusul mereka. OMG! Seketika aku menyadari kalo mereka semua kakak beradik. Si kakak sulung, dengan adiknya 4 orang, karena masih ada 1 anak lagi, perempuan sekitar 4-5 tahun usianya berlari – lari didepan mereka.  Waktu itu, si anak yang usia 2 tahun menangis karena tangannya ditarik – tarik abangnya dan sontak membuang keripiknya ke tanah, ngambek. Si abang mengadu sama si kakak yang menggendong adik dipinggangnya kalo si Ipeh ngga mau diajak pulang. Lalu si Kakak berteriak dengan suara nyaring khas betawi ‘Ipeeeh! Cepeeetan..’ membentak seraya mendatangi si adik yang umur 2 tahun.. Adiknya menangis ketakutan tapi terlambat, si kakak sudah menarik tangannya supaya ikut mereka. OMG! OMG! Aku hanya terkesima.. Saat kami berpapasan aku masih menyapa : kamu jaga adik2 semua ya ..
Dan dia menjawab acuh tak acuh : iya.. capek.. katanya
Sepertinya kata capek itu dari lubuk hati yang paling dalam. Sambil menimang Michelle aku melihat rombongan kakak beradik itu berlalu..  Aku menghela nafas dalam. Cuma satu yang terlintas : apa yang ada difikiran orangtua mereka sampai menambah anak dalam jumlah banyak tapi tidak bisa menjaga dengan semestinya. Mengapa proses penjagaan anak yang sebenarnya adalah proses paling awal pembentukan karakter anak di masa pertumbuhan mereka, dipercayakan kepada anak yang masih berumur 11-12 thn, yang notabene masih juga bertumbuh dan butuh ruang untuk mengekspresikan masa kanak – kanaknya. That’s why judul blog ini adalah anak yang menjaga anak.
Membayangkan kisah aku sendiri yang sampai resign dari tempat kerja karena menjaga proses kehamilan ku lancar, kemudian menjaga Michelle sendiri sampai diusia dia sekarang 7 bulan, agar dpat memberikan yang terbaik di  masa golden year nya, membaca buku – buku parenting untuk diaplikasikan setiap hari, nimbrung di komunitas medsos yang membahas parenting dan segala tentang bayi dan lain lain yang sampai tadi pagi, menurutku hampir semua ibu akan melakukannya karena sifat alamiah ibu kan, memberi yang terbaik buat anak  - anaknya ..
Dalam perjalanan pulang, aku melihat mereka duduk didepan halaman rumah orang yang cukup besar yang tidak jauh dari taman. Jadi mereka Cuma pindah tempat. Mereka bermain kartu dengan 2 orang anak yang mungkin teman mereka.. mereka berjudi bo’ OMG! (lagi!) jadi tadi mungkin si kakak menang dan membelikan adik2nya masing – masing keripik kentang. Aku melihat adiknya yang paling kecil merambat berdiri di satu pot besar dan mengorek – ngorek tanah, daun dan ntah apalagi.. tidak sanggup menyaksikan lebih lanjut. Sementara adik perempuan asik masuk ke dalam got kering (ntah mencari apa) dan adik yang usia 2 tahun menikmati keripik sambil melihat kakaknya masuk got. Adik  yang usia 7-8 tahun ikut bermain kartu bersama kakaknya.
Campur aduk yang aku rasakan saat itu.. dan aku mempercepat langkah pulang karena Michelle sudah tertidur pulas dari tadi..
Ada bening diujung mataku sih.. tapi ntah harus berbuat apa.

This is life.
~DS